Vietnam Menjadi Destinasi Utama Hardwood Amerika di Asia Tenggara

Vietnam menjadi salah satu negara tujuan utama pasar produk timber Amerika di Asia Tenggara setelah negeri China. Hal ini terlihat dari nilai ekspor hardwood Amerika 2018 tumbuh 9.6% senilai 363,8 juta dolar (USD) , meningkat 4% dibanding 2014, ungkap John Chan -Regional Director AHEC SEA & GRCH. Demikian juga total ekspor furnitur Vietnam 2018 mencapai 94 milliar dolar (USD), dimana 70% lebih tertuju ke pasar Amerika.

john-chan-open-speechdsc00743

Menurut Dr.Nguyen Ton Quyen-Chairman Vietnam Timber & Forest Association (VIFORES), hardwood Amerika menjadi pilihan utama banyak industri furnitur di Vietnam didalam pemrosesan  produksi. Selain itu, legalitas timber menjadi persoalan penting bagi Vietnam didalam perkembangan manufaktur dan ekspor furnitur ke berbagai belahan dunia. Namun, sumber daya kayu/timber tidak melulu tergantung pada impor. Vietnam juga telah mempersiapkan ‘plantation’ di belahan utara Vietnam lebih dari 4 juta hektar lahan produktif guna menunjang tingginya permintaan material kayu industri furnitur Vietnam, ungkap Mr. Hang Cong Huan-Deputy Minister of MARD Vietnam. Jenis kayu akasia, eucalyptus adalah salah contoh jenis  kayu lokal yang akan ditanam untuk mendukung industri lokal Vietnam.

audiences

Meningkatnya kemampuan daya serap industri kayu di Vietnam tidak lepas dari tumbuh dan berkembangnya jumlah pabrikan furnitur dan sejenisnya, yang mencapai 5000 perusahaan, peningkatan yang sangat pesat sejak 5 tahun terakhir (vietnam news_p17). Masuknya beberapa investor industri skala besar ke Vietnam inilah yang turut mendorong kapasitas besar industri furnitur Vietnam mampu mensuplai pasar ekspor besar seperti Amerika. Pemerintah Vietnam menargetkan nilai ekspor mencapai 11 miliar dolar (USD) di periode 2019 & yad. Kerja sama B-to-B sesama pelaku industri antara Vietnam  & Pengusaha Timber Amerika ini diharapkan lebih memacu peningkatan investasi dan nilai ekspor kedua negara.

keynotes-speakers michael-snow_ahec

Dalam wawancara khusus redaksi WoodMag dengan Michael Snow, Executive Director AHEC (USA), di sela sela konvensi, terungkap bahwa pendekatan ekonomi makro, yaitu pertumbuhan GDP sebuah negara akan menumbuhkan daya beli konsumsi masyarakatnya, termasuk produk mebel. Diyakini pandangan ini menjadi salah satu parameter kesuksesan hardwood Amerika didalam mengekspor kayu timbernya ke sebuah negara. Tentunya akan sangat berkorelasi sangat erat dengan kemampuan negara produsen furnitur tersebut membangun industri manufaktur nya termasuk kemudahan suplai produk produk penunjang produksi furnitur, dalam skala besar. Tidak semua negara memiliki visi dan misi membangun industri manufaktur perkayuan dalam negeri nya, ungkap Snow.  Dibutuhkan komitmen kuat, komunikasi dan hubungan yang erat antara negara produsen furnitur dengan negara yang mengimpor barang jadi dalam sebuah perdagangan internasional yang ‘transparan’ dan saling mendukung baik pemerintahannya dan juga pelaku pelaku usaha.

Redaksi WoodMag