Mohammad Yassin, Director CV Abad Jepara: “Bisnis itu tidak Profit Oriented melulu”

muhammad-yasin_cv-abad-jepara

Pendiri dan Director CV Abad di Jepara Ir. Mohammad Yassin memutuskan memilih jaminan order di masa depan yang ditawarkan oleh buyer asal Spanyol ketimbang opsi memperluas pasarnya. Sekalipun itu bisa diartikan menggantungkan semuanya hanya pada satu buyer. Keputusan itu diambilnya setelah kerja bareng melewati rentang waktu panjang bahkan sejak awal mendirikan usahanya,. “Kalau kerja profit oriented melulu juga susah tapi kalau sudah ada trust, maka lain lagi ceritanya. Berpikirnya sudah tidak profit oriented lagi. Saling jaga dan support dengan buyer dan ada jaminan ke depannya”.

 

 

 

Saat mengambil keputusan, ia mencoba berpikir positif. “Buyer berpikir orderannya sudah mencukupi sehingga kami pun dilarang berpameran guna perluasan pasar,” katanya. “Buyer Spanyol itu tidak mau kapasitas berproduksi kmai untuk memenuhi ordernya turun karna menerima order buyer lain. Saya berpikir positif saja kalau diberikan opsi itu, paling tidak ada jaminan order di masa depan nanti. Itu yang saya pertahankan,” lanjut seraya berpanjang lebar.

 

Lantas ia menegok perluasan pabrik perusahaan yang dikatakannya dimodali buyer itu. Sebelum tahun 2007, kami tidak memiliki fasilitas produksi internal, dan semuanya barang datang dari subkontraktor. Lantas tahun itu ia ditawari untuk membangun fasilitas produksi sendiri. “Mau aja tapi tidak punya modal dan saya tidak mau pinjam ke bank, sehingga ditawari modal sebagai bagian dari investasi mereka disini,” katanya. “Benar-benar dari nol, mulai dengan membeli tanah hingga mendirikan bangunannya. Total sekitar IDR2 milyar dan dibayar dari potongan pembayaran tiap mengirimkan barang,” lanjutnya. Itu berlangsung hingga tahun 2012. Menurutnya, keutungan terbesar justru diperoleh Abad karena bisa memiliki fasilitas produksi sendiri dan tidak terbebani pinjamannya komersial.

 

Baca lebih lanjut beritanya di edisi 52…….