Malaysia Menarget Nilai Ekspor Furnitur sebesar MYR12 milyar di Tahun 2020

event-miff-opening

Menteri Industi dan Komoditas Perkebunan Malaysia Datuk Seri Mah Siew Keong menyebutkan industri furnitur merupakan bagian tak terpisahkan dan salah satu kunci penggerak perekonomian Malaysia. Industri ini akan tetap berperan penting dalam tahun-tahun mendatang. Hal ini diungkapkannya dalam pidato pembukaan Malaysian International Furniture Fair 2018, di MITEC, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 8 Maret 2018.

Di tahun 2017, nilai ekspor produk furnitur Malaysia mencapai MYR10,14 milyar. Jumlah itu meningkat 6,4 persen dibanding tahun sebelumnya. Furnitur kayu memberikan kontribusi pemasukan sebesar MYR8,1 milyar atau 80 persen dari total pemerimaan ekspor furnitur Malaysia.

Industri furnitur Malaysia juga sukses mengekspor produknya ke lebih dari 160 negara, dan negeri jiran ini berada di peringkat sepuluh dari negara-negara pengekspor furnitur terbesar di dunia. Ditargetkan pada tahun 2020, ekspor industri furnitur Malaysia mencapai MYR12 milyar. “Pemerintah Malaysia akan terus mendukung dan mengembangkan industri ini melalui berbagai inisiatif untuk menjamin kesinambungan pertumbuhannya,” katanya.

Pemerintah Malaysia mengalokasikan dana sebesar MYR1 milyar untuk pinjaman automatisasi bagi perusahaan berskala kecil dan menengah Malaysia. Sebagai tambahan, dialokasikan jaminan pemerintah sebesar MYR100 juta bagi perusahaan UKM yang mengekspor produknya.

pemerintah juga mengembangkkan kerjasamma strategis dengan e-marketplaces seperti alibaba, daganghalal, amazon dan ebay; untuk mempromosikan produk dan pelayanan Malaysia secara global. “Sejak tahun 2014, sekitar 1637 perusahaan lokal yang diuntungkan dari program ini dan 182 perusahaan merupakan industri furnitur,” kata Datuk Seri Mah Siew Keong.