Lem Berkualitas dari Henkel untuk Wooden Engineered Door

Lem Berkualitas dari Henkel untuk Wooden Engineered Door

Oleh: Farid Bahtiar, Senior Technical Customer Service, PT. Henkel Adhesive Technologies

Langkanya keberadaan kayu berkualitas bagus membuat ‘solid wood door’ berharga mahal. Karena alasan efisiensi, produsen menggunakan kayu berkualitas lebih rendah dan memaksimalkan penggunaan kayu yang berkualitas bagus.

Dari sisi struktur, Wooden Engineered Door lebih stabil daripada Solid Wood Door. Namun tetap memiliki keistimewaan layaknya solid wood door, seperti kekuatan dan nilai estetika. Kestabilan adalah faktor yang sangat penting karena pintu tidak boleh melengkung atau berubah bentuk dan ukuran saat digunakan.

Gambar 1_ Struktur tipikal sebuah pintu

Gambar 1: Struktur tipikal sebuah pintu

Pembuatan Stile, Rail dan Mullion

Pembuatan stile, rail dan mullion terdiri dari tiga proses yang melibatkan proses pengeleman: finger jointing dan edge gluing untuk membuat core, dan face lamination/veneering untuk membentuk komponen stile.

Pembuatan core melibatkan dua proses pengeleman:

  1. 1.    Finger jointing

Tujuan finger jointing adalah untuk memperoleh kayu dengan panjang yang diinginkan tanpa kehilangan kekuatan. Pilihan lem untuk finger jointing sangat tergantung pada mesin yang digunakan, proses finger jointing, serta penggunaan akhir produk jadi.

Untuk membuat wooden engineered door, proses finger jointing paling baik dilakukan dengan menggunakan lem AQUENCE KL series untuk penggunaan area basah, atau lem AQUENCE WL series untuk penggunaan kering/interior.

  1. 2.    Edge gluing

Edge gluing bertujuan mendapatkan ukuran core yang diinginkan.

Proses pengepresan yang biasa digunakan adalah Radio Frequency (RF) press karena pertimbangan kecepatan dan produktivitasnya. Dengan menggunakan lem AQUENCE KL series atau lem AQUENCE SL series, waktu press normal berkisar antara beberapa detik hingga 3 menit, tergantung ketebalan kayu S4S yang digunakan.

Di Indonesia biasanya juga menggunakan cold press dengan waktu press lebih dari 30 menit pada suhu ruangan, apabila menggunakan lem AQUENCE SL series atau lem AQUENCE KL series. Pilihan menggunakan lem AQUENCE SL series atau lem AQUENCE KL series tergantung pada kebutuhan dan kekuatan akhir yang diinginkan.

Hot press paling jarang digunakan karena panas dapat merusak kayu dan penggunaannya terbatas pada ketebalan kayu tertentu.

Pada panel edge gluing, tampak bagian core disatukan dengan solid vertical grain edge bands di sisi lurus (ketebalan 0,8 – 1,0 mm) dan sisi moulded (ketebalan 15 mm).

Gambar 2_Anatomi komponen stile, rail dan mullion

Gambar 2: Anatomi komponen stile, rail dan mullion

Kayu yang digunakan di bagian pintu ini harus cocok dengan bahan permukaan. Biasanya, jenis kayu yang digunakan adalah oak, meranti, nyatoh, beech, larch, pinus dan jenis kayu yang mempunyai beautiful grain lainnya.

Core harus lurus dan stabil. Sebelum masuk ke proses face lamination/veneering, core harus melalui sizing dan moulding menjadi kayu S4S.

c. Face lamination untuk membuat stile

Proses perekatan yang biasanya digunakan adalah cold press, hot press dan Radio Frequency (RF) press. Jenis lem yang digunakan adalah: lem 2 komponen EPI/Emulsion Polymer Isocyanate (AQUENCE SL series) atau lem 1 komponen AQUENCE KL series. Pilihan jenis lem tergantung pada lingkungan penggunaan akhir, seperti penggunaan di area basah atau kering dan kesesuaian proses seperti ketahanan terhadap thinner atau tahan api, dan sebagainya.

Lem 2 komponen AQUENCE SL series memiliki keistimewaan tahan terhadap thinner, tahan api, tahan air dan sebagainya, dibanding lem 1 komponen AQUENCE KL series.

Gambar 3_Potongan melintang tipikal komponen stile, rail dan mullion

Gambar 3: Potongan melintang tipikal komponen stile, rail dan mullion

Pembuatan Raised Panel dengan Membrane Press

Mesin yang digunakan adalah mesin laminasi 3-D dengan membran (membrane press), adapun merek umum yang digunakan adalah Italpresse, Seibu, Wemhoner serta Burkle.

Aplikasi ini sangat tergantung pada suhu curing dari glue line, serta tekanan yang cukup dan merata pada lem yang diaplikasikan. Oleh karena itu, pilihan mesin dan jenis lem sangatlah penting.

Biasanya, pengaturan suhu membran adalah di kisaran 80-100°C dengan durasi press sekitar 2 menit. Semakin lama waktu press, semakin tinggi suhu pada permukaan veneer dan glue line akan sangat mempengaruhi produktivitas.

Lem AQUENCE SL series, AQUENCE DL series dan AQUENCE KL series adalah nama-nama lem yang paling banyak digunakan dalam aplikasi ini.

Perakitan Pintu

Stile, rail dan mullion dirakit dengan raised panel untuk membentuk sebuah pintu dengan bantuan tongue dan groove. Untuk rail ke stile, mullion ke rail, sambungan dilakukan dengan dowelling serta digabung dengan tongue dan groove.

Gambar 4_Mortise dan tenon tersembunyi

Gambar 4: Mortise dan tenon tersembunyi

Gambar 5_Mortise dan tenon tembus

Gambar 5: Mortise dan tenon tembus

Jenis lem putih yang banyak digunakan adalah  lem AQUENCE KL series atau lem AQUENCE SL series, atau lem epoxy seperti LOCTITE EP series atau juga lem liquid poly urethane seperti LOCTITE UR series.

 

 

 

 

Standar Industri

Standar industri yang umum digunakan untuk produk pintu kayu adalah metode pengujian NWWDA (National Wood Window and Door Association) untuk menguji kekuatan lem/sambungan pada pintu dalam kondisi dikenai perlakuan panas/dingin/basah dan sebagainya.

Saat ini, karena tuntutan hemat energi, konstruksi pintu harus memiliki tingkatan emisi panas serendah mungkin, seperti dipersyaratkan dalam aturan U-value dan part L. Selain itu, adanya tuntutan akan ketahanan terhadap: rambatan api, timbulnya asap, pencurian, isolasi kebisingan, stabilitas, perubahan iklim dan sebagainya membuat desain wooden engineered door telah mengalami banyak perubahan dan penyempurnaan.

Lem berkualitas produksi PT. Henkel Adhesive Technologies yang banyak digunakan pada pembuatan wooden engineered door telah ikut berkontribusi memenuhi persyaratan kinerja dan kualitas seperti disebutkan di atas.