Jenis-jenis Spray gun untuk Wood Finishing


Jenis-jenis Spray gun untuk Wood Finishing

 OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Spray gun sampai saat ini merupakan alat yang sangat penting dalam industri finishing. Sebagian besar proses finishing saat ini dilakukan dengan menggunakan spray gun. Spray gun merupakan alat untuk aplikasi bahan finishing dengan hasil yang paling sempurna. Spray gun dapat menghasilkan pelapisan bahan finishing ke permukaan dengan pelapisan yang rata, halus dan memiliki fleksibilitas yang sangat tinggi. Pada saat digunakan, spray gun dapat melakukan 2 fungsi sekaligus yaitu melakukan atomisasi material finishing dan sekaligus mengarahkannya pada permukaan yang diinginkan. Atomisasi adalah proses pemecahan material yang  berupa cairan diubah menjadi bentuk sekumpulan partikel-partikel kecil seperti kabut. Proses atomisasi inilah yang membuat material finishing dapat dilapiskan ke permukaan yang diinginkan dengan hasil pelapisan yang rata dan halus. Spray gun mempunyai bentuk seperti pistol yang bisa mengeluarkan bahan finishing dari ujungnya. Dengan bentuk yang seperti ini, maka spray gun dapat digunakan untuk mengarahkan material finishing ke tempat-tempat yang diinginkan.

Spray gun mulai diperkenalkan pada industri wood finishing pada akhir abad 19 dan sampai sekarang telah mengalami banyak perkembangan menyesuaikan dengan kebutuhan pada industri finishing. Banyak model dan jenis spray gun baru telah diciptakan untuk keperluan industri wood finishing. Spray gun saat ini juga semakin canggih, semakin kompak dengan berat yang semakin ringan yang semakin mudah digunakan untuk mengakomodasi kebutuhan industri finishing saat ini.

Meskipun ada banyak jenis dan merk spray gun yang ditawarkan oleh para perusahaan-perusahaan alat finishing, namun menurut cara atomisasinya spray gun dapat dibedakan menjadi 5 jenis saja yaitu: air spray, HVLP , LVLP, airless dan air mixed.

 

Air spray gun (spray gun konvensional)

Spray gun ini adalah jenis spray gun yang pertama kali ditemukan dan merupakan dasar awal dari semua spray gun yang lain. Air spray gun menggunakan aliran udara tekan untuk dicampur dengan material finishing di dalam nozzle (ruang atomisasi) sehingga terjadi atomisasi. Material finishing yang sudah teratomisasi ini kemudian diarahkan ke permukaan yang diinginkan dengan mengarahkan ujung spray gun. Air spray gun ini memiliki asesories yang lengkap untuk mengatur pelapisan material finishing sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan. Air spray gun memiliki kran untuk mengatur tekanan dan volume udara tekan untuk mendapatkan atomisasi material yang sempurna. Alat ini juga memiliki kran untuk mengatur volume material yang dikeluarkan dari alat ini. Air spray gun juga dilengkapi dengan  cap untuk mengatur arah kipas semprotan.

Pada spray gun, operator memiliki keleluasaan yang maksimal untuk mengatur kualitas atomisasi, ketebalan pelapisan dan tujuan dari finishing material. Air spray gun ini bisa menghasilkan atomisasi material yang paling sempurna sehingga bisa menghasilkan pelapisan dengan permukaan yang rata dan halus. Oleh tangan operator yang trampil alat ini dapat digunakan untuk aplikasi hampir semua bahan finishing dengan hasil yang sempurna.

Kelemahan yang terbesar dari air spray gun adalah efisiensinya yang relatif rendah yaitu berkisar antara 30% – 60%. Artinya dari seluruh material finishing yang dikeluarkan oleh alat ini, maka hanya sekitar 60% (maksimal) saja yang akan menempel dan tertinggal di permukaan, sementara sisanya akan terbang di udara sebagai dust spray. Efisiensi material pada air spray gun sangat tergantung pada tekanan udara yang digunakan pada saat aplikasi. Efisiensi material akan semakin besar apabila tekanan udara yang dipakai untuk atomisasi semakin rendah dan sebaliknya. Tekanan udara yang terlalu tinggi akan menghasilkan banyak dust spray yang tersebar ke udara sebagai dust spray dan mengurangi jumlah material yang menempel di permukaan. Tetapi tekanan udara yang telalu rendah akan mengurangi kualitas dari atomisasi dan berakibat pada rendahnya kualitas pelapisan material finishing pada permukaan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka tekanan udara pada air spray gun mesti disetel pada tekanan udara yang paling rendah yang dapat menghasilkan atomisasi yang sempurna. Pada umumnya air spray gun untuk aplikasi pada wood finishing disetel pada tekanan udara di sekitar 58 psi (4 bar) untuk mendapatkan effsiensi material yang maksimal.

Hasil aplikasi, baik kualitas pelapisan maupun efisiensi sangat tergantung operator yang menjalankannya. Alat ini membutuhkan operator yang ahli supaya dapat menghasilkan hasil pelapisan yang sempurna dan tingkat efisiensi yang maksimal. Pada pekerjaan dengan volume yang besar maka harus diperhitungkan kelelahan dari operator yang cenderung mengakibatkan cara aplikasi yang tidak stabil, sehingga hasil yang diperoleh bisa menjadi tidak stabil juga.

 

air spray gun

Spray gun jenis HVLP.

Spray gun HVLP (high volume low pressure) merupakan modifikasi dari air spray gun dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi material dalam aplikasi. Spray gun jenis HVLP didesign dengan khusus untuk  bisa menghasilkan atomisasi yang sempurna dengan setelan tekanan udara yang rendah. Tekanan udara yang mengalir pada spray gun HVLP dijaga pada tekanan sekitar sekitar 14,7 psi atau kurang. Kemudian untuk membantu proses atomisasi maka digunakan aliran udara tekan dengan volume yang lebih banyak.

Spray gun jenis ini dapat meningkatkan efisiensi penempelan material finishing pada permukaan sampai pada tingkat maksimal (transfer efisiensi sekitar 60%-70%). Kelemahan dari alat ini adalah kecepatan pekerjaan yang relatif rendah dan tidak bisa digunakan pada material dengan viskositas yang tinggi. Pada proses wood finishing alat ini hanya banyak digunakan untuk aplikasi stain dan glaze. Alat ini bisa juga digunakan untuk aplikasi sealer, top coat, base coat atau primer, tetapi terbatas pada viskositas yang tidak terlalu tinggi. Alat ini juga tidak terlalu cocok untuk pekerjaan dengan volume yang besar karena kecepatan pekerjaan yang relatif rendah.

Spray gun jenis LVLP

LVLP (low volume low pressure) spray gun merupakan pengembangan lebih lanjut dari HVLP spray gun dan air spray gun. Alat ini bekerja dengan sistem atomisasi sama dengan air spray gun dan HVLP tetapi bisa bekerja dengan tekanan udara yang rendah dan dan volume udara tekan yang rendah sama dengan kebutuhan udara untuk air spray gun. LVLP spray gun bisa bekerja dengan tekanan udara yang rendah seperti halnya HVLP tetapi dengan kebutuhan udara tekan yang rendah seperti halnya air spray gun.

Spray gun LVLP ini bahkan bisa bekerja pada material dengan viskositas yang lebih tinggi dibandingkan dengan HVLP spray gun. Alat ini bisa digunakan untuk aplikasi sealer, top coat dan base coat selain untuk aplikasi stain. Tetapi alat ini tidak bisa menghasilkan atomisasi sebaik pada air spray dan HVLP spray gun. Karena itu alat ini tidak terlalu cocok untuk aplikasi top coat karena kualitas atomisasi yang kurang sempurna.  LVLP spray gun juga tidak terlalu cocok untuk pekerjaan dengan volume yang besar karena kecepatan pekerjaan yang relatif rendah.

Airless spray gun

Alat ini menggunakan metode atomisasi yang berbeda dengan air spray. Pada airless spray gun, atomisasi terjadi dengan cara menekan finishing material dengan tekanan yang sangat tinggi kemudian melewatkannya melalui suatu lubang (orifice) yang sangat kecil. Dengan tingginya tekanan, maka material keluar dari orifice akan teratomisasi dan kemudian dapat diarahkan ke permukaan yang diinginkan. Tekanan yang diperlukan sangat tinggi yaitu sampai 1000 psi (68 atm.).  Karena itu untuk airless spray gun diperlukan pompa dengan tekanan tinggi dan selang material yang kuat untuk dapat menahan tekanan tinggi. Alat ini dapat menghasilkan efisiensi penempelan material yang lebih tinggi daripada air spray (sampai sekitar 70%). Alat ini bisa digunakan untuk aplikasi material dengan viskositas yang tinggi dan dapat menghasilkan menghasilkan pelapisan material yang lebih tebal dengan gerakan yang lebih sedikit dibandingkan dengan air spray gun.

Airless spray gun tidak bisa menghasilkan pelapisan yang halus seperti air spray gun,  karena atomisasi material tidak bisa sempuna. Alat ini memiliki fleksibilitas yang rendah karena tidak memiliki kran untuk mengatur tekanan udara, lebar kipas semprotan seperti halnya air spray gun. Pengaturan yang terbatas hanya bisa dilakukan pada pengaturan lebar dan arah kipas semprotan membuat alat ini tidak terlalu cocok digunakan untuk aplikasi stain. Pemakaian airless spray gun pada wood finishing banyak dilakukan untuk aplikasi sealer atau base coat yang masih diikuti  oleh proses pengamplasan dan kemudian dilanjutkan dengan aplikasi material finishing lagi di atasnya.

 a

airless spray gun

 

Air assisted airless (air mixed) spray gun

Alat ini adalah modifikasi dari airless spray gun dimana proses atomisasi materialnya dibantu dengan mengalirkan udara tekan pada spray gun. Pada saat material finishing dialirkan melewati orifice maka ada aliran udara tekan yang dialirkan untuk dicampurkan dengan material yang sudah teratomisasi keluar dari orifice. Dengan bantuan aliran udara tekan ini, maka akan didapatkan hasil atomisasi material yang lebih baik daripada airless spray gun, meskipun belum bisa sempurna seperti halnya air spray. Air assisted airless spray gun ini lebih banyak dipakai di industri finishing mebel. Spray gun jenis ini selain untuk aplikasi sealer bisa juga untuk aplikasi top coat dengan hasil yang cukup baik.

crop file

Untuk melihat perbandingan berbagai jenis spray gun secara mudah kita dapat melihat pada tabel perbandingan kinerja spray gun.

Ditulis oleh:  wisno (www.wisnofurniturefinishing.com)

Kami memberikan konsultasi finishing kepada anda semua pembaca majalah ini.

Silakan anda mengirimkan permasalahan dan pertanyaan anda mengenai finishing kepada kami melalui redaksi majalah ini. Pertanyaan anda sebaiknya disertai dengan informasi yang lengkap dan jelas, sehingga kami dapat memberikan jawaban yang tepat sesuai dengan permasalahan yang anda hadapi.

h