Henkel: “Inovasi kunci keberhasilan industri”

dirjen-industri-kimia-tekstil-dan-aneka-kemenperin

Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Industri Kementerian Perindustrian Ir. Achmad Sigit Dwiwahjono menyebutkan Indonesia tahun lalu berada di peringkat ke tigapuluh satu untuk inovasi dan peringkat ke tigapuluh dua untuk kecanggihan bisnis. Bahkan “Indonesia merupakan negara inovator teratas dalam kelompok negara berkembang,” katanya mengutip pidato sambutan menteri perindustrian yang dibacakannya saat sebelum peresmian Henkel South East Asia Regional Innovation Center di Tangerang Selatan pada 18 Januari lalu.

Selanjutnya Ia mengungkapkan pertumbuhan industri pengolahan non-migas pada triwulan ketiga 2017 sebesar 5,49%. Tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,06%. “Indonesia masuk dalam sepuluh besar negara dengan kontribusi industri tertinggi didunia”.

United Nation Industrial Development Organization menempatkan Indonesia diperingkat sembilan sebagai negara penghasil nilai tambah industri terbesar. “Ini bisa menjadi modal bagi dalam membangun daya saing industri yang disegani”.

Data kementerian perindustrian tahun lalu ekspor produk perekat, sealent dan functional coating mencapai USD41juta, sedang impor USD170 juta. “Defisit neraca diharapkan bisa dikurangi dengan hadirnya Henkel Innovation Center yang bisa memicu memunculkan produk-produk unggulan baru”. “Inovasi merupakan kunci dorongan pertumbuhan ekonomi dan lepas dari jebakan kelas menengah,” ujarnya lanjut.

Presiden Direktur Henkel Indonesia Lucky Lee menyebutkan Henkel South East Asia Regional Innovation Center merupakan fasilitas pertama di industri perekat di kawasan ini. Ini merupakan tonggak sejarah dan langkah strategis Henkel Adhesives Technology untuk menggabungkan kemampuan teknis dan inovasi dibawah satu atap untuk mempererat hubungan dengan pelanggan dan menciptakan nilai tambah.