Gubernur Jateng Apresiasi Peran Ekamant

image Gubernur Jateng di Lomba Ukir Jepara

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam sambutannya saat membuka Lomba Mengamplas dan Lomba Mengyukir II tahun 2014 di alun-alun Jepara Sabtu (12/4) lalu, memberikan apresiasi kepada PT. Ekamant Indonesia yang telah menjadi sponsor tunggal event tersebut. “Saya memberikan apresiasi kepada PT. Ekamant Indonesia yang telah berperan dalam penguatan branding Jepara,” kata Ganjar. Pembukaan acara yang langka ini dihadiri oleh Bupati Jepara, Wakil bupati Jepara, dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara. Hadir juga, Managing Director PT. Ekamant Indonesia Jodi H. Susanto.

Branding kota menurut Ganjar sangat penting untuk promosi sebuah daerah. Branding yang sukses, mampu menjadkan memori setiap orang hanya tertuju pada kota tersebut ketika berbicara mengenai produk yang disematkan sebagai branding kota.

“Kalau ada yang mencari produk ukir kayu, ya, ke Jepara ini satu-satunya pilihan. Demikian juga saat orang ingin belajar ukir,” demikian Ganjar memaparkan mimpinya.

Dalam pandangan Ganjar, lomba tersebut menjadi bagian dari revitalisasi kerajinan ukir kayu dalam perekonomian daerah. “Revitalisasi ukir kayu sebagai produk unggulan daerah yang sedang digalakkan pemerintah daerah, akan menempatkan produk ini pada tempat yang lebih tinggi,” lanjutnya.

Gubernur yang sempat berdialog dengan beberapa peserta mengaku terkesan dengan produk ukiran Jepara yang terus diminati pasar luar negeri. “Tahun depan semoga lebih kreatif lagi dengan jumlah peserta yang lebih banyak dari hari ini,” kata Ganjar terkait lomba yang diikuti total 400 peserta tersebut. Seluruh peserta, selain memperebutkan hadiah total sebesar Rp. 9,95 juta, juga mendapatkan t-shirt dan uang saku masing-masing sebesar Rp. 25 ribu yang semuanya berasal dari PT. Ekamant Indonesia sebagai sponsor.

Pada kesempatan tersebut gubernur juga menandatangani prasasti ornamen ukiran khas Jepara yang akan dipasang pada gedung dan bangunan pemerintah di daerah tersebut. Upaya memperkuat branding Jepara pusat ukir dunia melalui pemasangan ornamen, ini telah diinstruksikan Bupati Jepara H. Ahmad Marzuqi, SE, melalui Peraturan Bupati Jepara Nomor 10 Tahun 2014 tentang Pemberian Ornamen Ukiran pada Gedung dan Bangunan Lain Milik Pemerintah Daerah.

 “Kami berharap pemasangan ornamen ukir pada gedung dan bangunan lain milik pemerintah daerah, akan secepatnya selesai dan bisa diikuti masyarakat. Karena masyarakat memang diharapkan berpartisipasi pada bangunan yang menjadi haknya. Ketentuan ini terdapat pada pasal 9,” Kata Ketua Lembaga Pelestari Seni Ukir, Batik, dan Tenun Jepara Hadi Priyanto, MM.

 Selain  memasang ukiran kayu pada gedung dan bangunan untuk mempertegas jati diri Jepara sebagai pusat ukir dunia, daerah ini akan membuka jurusan Kriya Ukir di SMK Negeri 2 Jepara mulai tahun ajaran 2014/2015.

“Kalau skill turun temurun keluarga-keluarga pengukir di Jepara ini bisa dipertegas dengan pendidikan pada lembaga pendididkan formal,  maka saat produk Jepara bersaing head to head dengan produk serupa dari negara manapun, Jepara yang juara,” demikian penilaian gubernur. Maka, gubernur berharap upaya revitalisasi benar-benar menjadi momentum bangkitnya kembali ukiran dan seluruh produk Jepara.

Sementara itu, terdapat sejumlah sejumlah kegiatan lain terkait pengembangan seni ukir. Dalam pendokumentasian sejarah ukir, gubernur juga meresmikan museum ukir mini.

“Salah satu saksi bisu pengembangan ukiran Jepara secara formal adalah Openbare Ambacht School yang sekarang menjadi SMP N 6 Jepara. Di sekolah tersebut banyak karya ukir klasik yang harus dilestarikan. Makanya di sekolah tersebut didirikan museum ukir  yang diresmikan oleh Pak Ganjar. Nama museumnya pun Openbare Ambacht School,” kata Hadi Priyanto. Ke depan, koleksi museum ini diharapkan terus bertambah sehingga semakin banyak sejarah ukir yang bisa diceritakan.

Di tempat yang sama, Jodi H. Susanto kepada wartawan menyampaikan apresiasi kepada para pengrajin wanita Jepara yang ternyata kemampuannya tidak kalah dengan para pengrajin pria. Ini merupakan potensi SDM yang luar biasa yang harus terus dikembangkan antara lain melalui pendidikan formal. “PT. Ekamant indonesia akan terus bersama memperkuat branding kota Jepara sebagai kota ukir dan sekaligus sebagai salah satu pasar terbesar PT. Ekamant,” kata Jodi. Pihaknya telah memulai kerja sama sejak tahun lalu saat mencatatkan rekor MURI mengukir bersama terbanyak.