Ekamant Bantu Pelajar Korban Banjir

image Ekamant bantu pelajar korban banjir

Banjir parah yang terjadi di Jepara beberapa waktu lalu, berdampak  cukup serius pada sektor pendidikan. Selain banyak lembaga pendidikan yang ikut terendam, ribuan pelajar di daerah ini juga mengalami kerugian akibat banyaknya peralatan sekolah yang rusak atau hilang terbawa banjir. Untuk meringankan beban para pelajar ini, PT. Ekamant Indonesia, Rabu (26/3), memberikan sejumlah bantuan kepada mereka. Bantuan diserahkan Bupati Jepara H. Ahmad marzuqi, SE, bersama perwakilan PT. Ekamant Indonesia Kabupaten Jepara Haryono di SMP Negeri 1 Kalinyamatan.

“PT. Ekamant Indonesia adalah produsen amplas kayu yang mengandalkan Jepara sebagai pasar utama seiring posisinya sebagai penghasil mebel dan ukir kayu terbesar di Indonesia. Makanya mereka tergerak untuk peduli terhadap pelajar di Jepara yang menjadi korban banjir,” kata Kepala Bagian Humas Setda Jepara Drs. Hadi Priyanto, MM yang menjadi bagian dari rombongan Pemkab Jepara yang ikut menyaksikan penyerahan bantuan.

Bantuan yang diserahkan pada kesempatan tersebut, terdiri dari 1.450 tas sekolah dan 552 kaos. Selain dari Ekamant, BPJS Kesehatan Jepara juga ikut memberikan seribu paket buku tulis. Sedangkan dari bantuan yang dihimpun dari pelajar nonkorban banjir di Jepara, terdiri dari 702 tas sekolah dan 31 doos buku tulis. Bantuan yang terhimpun dalam bentuk uang sebesar Rp. 10 juta, diserahkan sebagai uang transport.

Perwakilan Ekamant Haryono menyatakan, bantuan tas untuk anak-anak sekolah itu diharapkan menumbuhkan kembali semangat mereka untuk bersekolah. “Terutama anak-anak yang kurang mampu,” katanya.

Di bidang pendidikan, dampak banjir Jepara memang berdampak cukup parah. Kerugian materiil di bidang ini diperkirakan sebesar Rp. 6,25 miliar dalam bentuk kerusakan sarana dan prasarana pendidikan, seperti bangunan roboh, terendamnya komputer, media pembejaran elektronika, buku-buku, serta sarana prasarana yang  lain. Setidaknya, terdapat 116 sekolah yang terkena dampak banjir, terdiri dari 25 TK/RA, 80 SD/MI, 8 SMP/MTs, serta 3 SMA/MA/SMK. Jumlah sekolah terendam tersebut, tersebar di 14 dari 16 kecamatan yang ada di Jepara.

Bupati Jepara Ahmad marzuqi berharap, bencana banjir yang telah terjadi hendaknya menjadi bahan introspeksi bagi semua elemen untuk mengelola alam dengan lebih baik lagi. “Jangan justru mencari kambing hitam atas bencana itu,” katanya.

Sementara itu, pada tahun 2015 Pemerintah Kabupaten Jepara akan membangun gedung bertingkat di SM N 1 Kalinyamatan. hal ini sekaligus sebagai antisipasi jika suatu saat bencana tak diharapkan itu kembali datang.