Budi Purwanto: “ILWA hanya fokus pada dua hal”

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kepala Bidang Organisasi dan Hubungan antara Lembaga Indonesia Light Wood Association (ILWA) Budi Purwanto, BSc., mengungkapkan bahwa pihaknya lebih menginginkan pengaturan tata niaga. Hal ini terkait dengan sedemikian banyak jumlah industri barecore, namun terbatasnya pasar tujuan ekspornya ke China dan Taiwan.

Menurutnya, pihaknya sudah berkirim surat pada tiga kementerian terkait yaitu Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Perindustrian dan Perdagangan. “Dulu, kami mengusulkan moratorium pembangunan pabrik baru,” kata Purwanto. Namun sulit karena ada regulasi yang memberikan kewenangan pada pemerintah kabupaten untuk pengeluaran ijin investasi dibawah IDR10 Milyar, dan Pemerintah Provinsi untuk investasi diatas IDR10Milyar. Kategori itu membuat sepanjang semua persyaratan investasi terpenuhi maka sudah pasti ijinnya keluar. “Tanpa memperhatikan kondisi dalam setiap sektor industrinya. Asosiasi berharap dijadikan mitra pemerintah  untuk mengatasinya. Kami tidak punya kewenangan dalam membatasinya, tapi hanya memberikan informasi bahwa sebenarnya kondisinya sudah over,” sambungnya.

Sebagai asosiasi, ia sering berhubungan dan bertukar informasi dengan kalangan perbankan. Menurutnya pihaknya perlu berhati-hati dalam berbicara. “Jika dibilang sunset maka akan ada reaksi negatif dari perbankan namun kami harus memberikan potret sebenarnya industri ini. Kami masih China sentris. Kalau ditanya apakah tidak ada peluang pemasaran di luar China, saya jawab ada,” kata Purwanto.

Pihaknya sudah menjajaki pembicaraan dengan pengusaha asal Maroko dan Libya. Namun masih belum ditindak lanjuti. “Jadi potensi pengembangan pasar memang ada. Cuma dipikir kenapa ekspor jauh-jauh hanya dalam bentuk barecore,” lanjutnya.

Asosiasi memuji langkah sejumlah anggotanya di Magelang yang berinisiatif menyiasati kondisi industri barecorenya. “Mereka sudah melakukan inovasi, tidak lagi barecore sentris dan tidak lagi komoditas,” kata Purwanto. “Mereka mulai beralih membuat door plant, juga fingerjoint laminating. Lanjutan yang paling simpel kan bikin blockboard, kalau pun masih bikin barecore maka pasarnya ke Jepang,” lanjutnya.

Sebenarnya tugas umum asosiasi kan menyeimbangkan, “Sebagai asosiasi, kami menghimbau dan memberikan arahan, karena sulit mengatur anggotanya,” katanya. Persoalan standar kualitas bahan baku dan kualitas produk, serta harga jual  menjadi domain anggotanya. “Ini agar anggota bisa menjaga eksistensi dan survival bisnisnya,” ujarnya. Asosiasi akan fokus pada dua hal yaitu pertama pembukaan peluang pasar untuk produk light wood; kedua sebagai mitra atau pengkritisi kebijakan pemerintah yang dianggap menghambat industri lightwood. “Saya tidak lagi bicara sebatas barecore,” lanjutnya.